Nangkuk Merana, Upacara Tolak Bala di Bali Abiansemal

  • 17 Desember 2019
  • Dibaca: 232 Pengunjung
Nangkuk Merana, Upacara Tolak Bala di Bali Abiansemal
Upacara Nangluk Mrana (merana) adalah upacara yadnya yang dilaksanakan sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa agar berkenan menangkal atau mengendalikan gangguan - gangguan yang dapat membawa kehancuran atau penyakit pada tanaman, seperti padi di sawah, hewan maupun manusia sehingga tidak membahayakan lagi.
Asal katanya disebutkan "Nangluk Mrana" berasal dari kata bahasa Bali yang kemungkinan juga mendapat pengaruh bahasa sansekerta.
“Nangluk”  berarti empangan, tanggul, pagar, atau penghalang; dan “mrana”  berarti hama atau bala penyakit. 
Mrana adalah istilah yang umum dipakai untuk menyebut jenis-jenis penyakit  yang merusak  tanaman. Bentuknya bisa berupa serangga, binatang maupun dalam bentuk gangguan keseimbangan kosmis yang berdampak merusak  tanaman. 
Jadi “nangluk mrana” berarti mencegah atau menghalangi hama (penyakit), atau ritual penolak bala.
Upacara Nangluk Merana  tergolong dalam jenis Bhuta Yadnya dan tujuan dilaksanakannya upacara Nangluk Merana  oleh  umat Hindu di Bali yaitu pada umumnya untuk memohon keselamatan Bali  agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara.
Waktu yang paling baik untuk menggelar upacara Nangluk Mrana adalah :
Sasih keenam (Desember),  
Sasih kepitu (Januari), 
Sasih keulu (Pebruari), 
Sasih kesanga (Maret) 
yang menurut keyakinan orang Bali merupakan bulan-bulan rawan yang penuh marabahaya. Menurut kepercayaan yang tumbuh subur di pesisir selatan Bali, pada bulan-bulan keramat itu, seperti yang telah disebutkan di atas, penguasa Nusa Penida, Ratu Gde Mecaling sedang gencar-gencarnya menyebarkan wabah dan penyakit ke Bali daratan.Dan pada bulan-bulan rawan itu biasanya berbagai jenis wabah penyakit merajalela. Untuk menetralkan kembali keseimbangan kosmis yang terganggu maka digelarlah berbagai jenis ritual penolak bala salah satunya adalah dengan cara nagluk merana ini.(024-KIMABS)
Sumber :
http://07marthadinata.blogspot.com/2013/09/nangluk-merana_6035.html?m=1
http://sejarahharirayahindu.blogspot.com/2012/06/nangluk-mrana.html?m=1
https://inputbali.com/budaya-bali/makna-upacara-nangluk-merana-pada-sasih-kanem
  • 17 Desember 2019
  • Dibaca: 232 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel