Gayah Tradisi Unik Yang Sakral

  • 23 Oktober 2019
  • Dibaca: 9 Pengunjung
Gayah Tradisi Unik Yang Sakral
Upacara di bali tak akan terlepas dari namanya banten. Banten, dimana sebagai pelengkap upacara dan merupakan suatu yang sangat penting dan penuh makna. Kelengkapan serta banyaknya banten diperlukan adalah berdasarkan tingkat upacara yang dilangsungkan. Salah satu sarana yang tidak mungkin dihilangkan adalah Gayah. 
 
         Gayah merupakan simbol persembahan berupa upakara atau banten yg berasal dari hewan serta merupakan perwujudan alam semesta beserta isinya, dengan permohonan agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan alam semesta pada umumnya. Sedangkan dalam upacara manusia yadnya pewiwahan gayah bermakna sebagai pelengkap upakara banten dgn permohonan semoga mempelai selalu bahagia dan langgeng serta diberikan keturunan yg sehat jasmani rohani.
 
          Hewan yang digunakan sebagai Bebangkit menurut Lontar Dewa Tattwa agar diolah mewujudkan Durga Dewi. Olahan hewan itu disebut Gayah dengan kelengkapannya dalam bentuk Jejatahyang dibuat sebanyak sembilan jenis berbentuk senjata Dewata Nawa Sangayang diletakkan berkeliling yang disebut Ngider Bhuwana. Jejatah yang berbentuk senjata Dewata Nawa Sanga, yaitu: Bajra, Dhupa, Danda/Gada, Moksala, Naga Pasa, Angkus, Cakra, Tri Sula dan Padma. (006/KIMABS)
  • 23 Oktober 2019
  • Dibaca: 9 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel