Makna Hari Raya Nyepi

  • 19 Februari 2019
  • Dibaca: 217 Pengunjung
Makna Hari Raya Nyepi

Abiansemal,(19/02/2019)

  Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah tileming kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa.  Nyepi memiliki filosofi dimana umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya). Nyepi mengandung arti sepi atau sunyi, dan dirayakan setiap 1 tahun saka. Pada saat Nyepi tidak boleh melakukan aktifitas seperti pada umumnya, seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja dan sebagainya. Dan tujuannya adalah agar tercipta suasana sepi, sepi dari hiruk pikuknya kehidupan dan sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuwana Agung (alam semesta) dan Bhuwana Alit (manusia). Sebelum hari aya Nyepi, dilaksanakan serangkaian upacara dan upakara yang bermaksud agar Penyucian Buana Alit dan Buana Agung berjalan dengan lancar.

  Jika direnungi secara mendalam perayaan Nyepi mengandung makna dan tujuan yang sangat dalam dan mulia. Seluruh rangkaian Nyepi merupakan sebuah dialog spiritual yang dilakukan umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud. Mulai dari Melasti/mekiis dan nyejer/ngaturang bakti di Balai Agung adalah dialog spiritual manusia dengan Alam dan Tuhan Yang Maha Esa, dengan segala manifetasi-Nya serta para leluhur yang telah disucikan. Tawur Agung dengan segala rangkaiannya adalah dialog spiritual manusia dengan alam sekitar dan ciptaan Tuhan yang lain yaitu para bhuta demi keseimbangan bhuana agung bhuana alit. Pelaksanaan catur brata penyepian merupakan dialog spiritual antara diri sejati (Sang Atma) umat dengan sang pendipta (Paramatma) Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam diri manusia ada atman (si Dia) yang bersumber dan sang Pencipta Paramatma (Beliau Tuhan Yang Maha Esa). Dan Ngembak Geni dengan Dharma Shantinya merupakan dialog spiritual antara kita dengan sesama.

    Dalam perayaannya, Nyepi pun memiliki beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu sebelum tiba Hari Raya Nyepi. Terkait pelaksanaanya ada beberapa aturan bernama Catur Brata Penyepian yang harus ditaati. Pertama adalah Amati Geni, yaitu tidak menyalakan api atau menunjukkan sifat-sifat amarah yang disimbolkan dengan tidak menyalakan lampu selama Nyepi. Selanjutnya adalah Amati Lelanguan, di mana tak boleh melakukan kegiatan foya-foya atau bersenang-senang.Terakhir adalah Amati Karya, di mana seorang Hindu tak boleh melakukan pekerjaan di perayaan tersebut. Dari tiga aturan di atas, Hari Raya Nyepi selain untuk menyucikan alam, perayaan ini memang diperuntukkan untuk menyucikan diri seseorang dengan merenung dan berdoa.

   Brata ini mulai dilakukan pada saat matahari “Prabrata” fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya (24 jam). Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Sehingga Hari Raya Nyepi dapat dikatakan mengandung makna hari penyucian diri (manusia) dan alam semesta. Membuang segala kotoran atau segala hal negatif yang telah lampau untuk menyongsong tahun baru (saka). Dan memulai tahun baru dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang positif tentunya. Semangat yang baru untuk mengarungi kehidupan selanjutnya. Dalam kesenyapan hari suci Nyepi ini kita mengadakan mawas diri, menyatukan pikiran, serta menyatukan cipta, rasa, dan karsa, menuju penemuan hakikat keberadaan diri kita dan inti sari kehidupan semesta. Sehingga melalui Perayaan Nyepi, dalam hening sepi kita kembai ke jati diri (mulat sarira) dan menjaga keseimbangan/keharmonisan hubungan antara kita dengan Tuhan, Alam lingkungan (Butha) dan sesama sehingga Ketenangan dan Kedamaian hidup bisa terwujud.

SUMBER :

https://baliexpress.jawapos.com/read/2018/03/13/56630/ini-makna-dan-tujuan-melasti-jelang-hari-raya-nyepi

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3378452/aturan-dan-makna-hari-raya-nyepi-yang-harus-kamu-tahu

http://kb.alitmd.com/makna-hari-raya-nyepi/

http://www.hindu-dharma.org/2013/03/makna-dan-pelaksanaan-hari-raya-nyepi

(024/KIMABS)

  • 19 Februari 2019
  • Dibaca: 217 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel